Melalui Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Pokdakan Slekat Berkah Mandiri dengan Teknologi Formulasi Pakan Mandiri Berbasis Software untuk Meningkatkan Efisiensi Nutrisi dan Ekonomi di Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) di Desa Silado, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada Bulan September hingga Bulan Oktober 2025.
Program ini merupakan hasil hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025 yang bertujuan untuk membantu kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dalam meningkatkan efisiensi produksi pakan dan budidaya ikan melalui penerapan teknologi modern dan inovatif.
Program PKM ini diketuai oleh Dewi Susylowai, S.Si., M.Si., dari Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP, dengan tim yang terdiri dari Eqwar Saputra, S.T., M.T., dari Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Sains, serta M. Azharul Rijal, S.Si., M.Si., dari Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian dan Perikanan UMP.
Ketua Tim Pengabdian, Dewi Susylowati, M.Si menjelaskan bahwa program ini meliputi serangkaian penyuluhan dan pelatihan terpadu yang mencakup dalam bidang akuakultur, diantaranya 1. Kebutuhan nutrisi ikan dan formulasi pakan untuk memastikan keseimbangan gizi yang optimal, 2. Teknik pembuatan pakan ikan mandiri, 3. Budidaya pakan alami, serta 4. Pengenalan teknologi bioflok untuk efisiensi dan keberlanjutan sistem budidaya ikan.
“Selain penyuluhan, peserta juga mendapatkan pelatihan praktik langsung, yaitu: 1. Budidaya ikan sistem bioflok berbasis IoT (Internet of Things) yang memanfaatkan software untuk manajemen budidaya, 2. Produksi pakan alami, dan 3. Pembuatan pakan ikan mandiri dengan bahan lokal.,” ungkapnya.
Lebih lanjut Dewi Susylowati memaparkan salah satu inovasi utama dalam kegiatan ini adalah pengembangan dan penerapan aplikasi software formulasi pakan ikan, yang dirancang untuk membantu pembudidaya menghitung komposisi bahan pakan secara akurat sesuai kebutuhan nutrisi ikan dengan biaya yang efisien.
“Aplikasi ini memungkinkan Pokdakan untuk memproduksi pakan mandiri dengan kualitas terukur, sekaligus menekan ketergantungan pada pakan pabrikan yang harganya terus meningkat,” tegasnya.
Dewi Susylowati menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kapasitas ekonomi Pokdakan, sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna.
“Kami berharap Pokdakan Slekat Berkah Mandiri mampu memanfaatkan teknologi ini untuk memproduksi pakan sendiri secara efisien, meningkatkan pertumbuhan ikan, serta menekan biaya produksi,” ujar Dewi,
Perwakilan Pokdakan, Teguh Arifin, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasinya kepada tim pengabdian.
“Dengan adanya pelatihan serta aplikasi formulasi pakan, kami merasa lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha budidaya ikan secara mandiri,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen UMP dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat, inovasi teknologi, dan ketahanan pangan. (*/chy)



